3. Ketika alam sudah berkonspirasi
Tak ada yang mampu menghalanginya
Malam itu, setelah Jati mengantar
pulang seorang perempuan di ujung barat kota. Ia kembali ke kota dan
melanjutkan ibadah ngopi bersama kawan-kawan nya dan beberapa senior organ mahasiswa
sembari menindak lanjuti acara terkait pengkaderan. Setelah seharian penuh
waktu mereka habiskan untuk memutar otak demi menyempurnakan kegiatan tersebut
Tengah malam setelah Jati dan
kawan-kawan nya memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing hal yang tak
disangka menimpa. Setelah melewati bundaran dengan belokan tajam tiba-tiba
motor tanguh yang biasa Jati kendarai mengalami ban bocor hingga mengakibatkan
perjanjiannya dengan Suma untuk pulang bersama sempat tertunda beberapa saat.
Dengan beberapa komunikasi datang dua orang kawan Jati, seorang lelaki dan
disusul seorang perempuan yang bernama Suma dan akhirnya setelah diskusi
beberapa saat kawan Jati menyarankan untuk menitipkan motor tersebut disebuah
warung untuk besok harinya akan di urus kawan tersebut.
Tak lama Jati dan Suma lekas pergi
meninggalkan kota untuk menuju rumah masing-masing. Dalam perjalanan pulang
yang dingin menambah kesunyian antara mereka hingga akhirnya sampailah di depan
rumah Suma yang menjadi saksi perpisahan mereka malam itu. Setelah putar balik
Jati langsung bergegas meninggalkan bayangan Suma yang semakin menjauh masuk
kerumah dengan lantang suara mesin meraung membawa Jati menelusuri jalan menuju
rumahnya masih dengan keadaan dingin yang semakin parah.
Sesaat ketika Jati merebahkan badan
diatas kasur yang tak lagi empuk dikamarnya, ponselnya bordering dengan
notifikasi pesan masuk dari Suma yang menanyakan apakah lelaki yang mengantar
dan membawa motornya pulang itu sudah sampai rumah atau belum. Dengan keadaan mata
yang mulai lelah perlahan Jati membalas pesannya dan sekaligus berpamitan untuk
mengistirahatkan jiwa raganya.
Dan entah Suma juga ikut tertidur
atau tidak, Jati langsung terlelap bersama debu yang masih menempel di jaket
lusuhnya yang menjadi teman perjalanan hari itu setelah perjalanan panjang yang
Ia alami seharian penuh bersama kawan-kawan rimba.
No comments:
Post a Comment