4. Jarak yang kau tempuh dapat menjadi
Awal dari cerita yang tak pernah kau bayangkan.
Pagi setengah siang Jati dan Suma
berangkat ke Mojokerto, sebelum terjadi keberangkatan itu sejak pagi mereka
sudah menjalin komunikasi untuk sekedar bersapa dan mengatur jadwal
keberangkatan mereka sembari bercerita tentang beberapa hari yang mereka lalui
dengan sedikit komunikasi dikarenakan Suma sedang menjalani sebuah kegiatan di
sebuah pesantren dengan beberapa jadwal kegiatan yang tergolong padat.
27
Agustus, dalam percakapan Suma meminta Jati untuk menemaninya menempuh
perjalanan ke sebuah kota untuk bertemu kawan-kawannya di acara mantenan salah
satu senior organisasi yang Ia geluti. Dengan gaya khas yang dimiliki Jati, Ia
selalu menggoda Suma karena saat itu dirinya tau bahwa Suma ingin sekali Ia
menemaninya dalam perjalanan kali itu. Namun memang pada dasarnya jati adalah
sosok pemuda yang bertanggung jawab lantas Ia menyanggupi ajakan wanita itu.
Dalam perjalanan berangkat
menjemput Suma, Jati terlebih dahulu menepi disebuah pengiriman ekpedisi untuk
mengirim surat sembari memberi kabar bahwa Ia telah berangkat dengan harapan
Suma juga berangkat ke persimpangan kiri jalan yang sudah mereka sepakati untuk
bertemu.
Pukul 11.12 Jati telah sampai
ditempat mereka bertemu, namun belum kunjung terlihat juga batang hidung Suma Nampak
didepan matanya. Terhitung dua kali kereta api telah lewat ditandai dengan
suara klaksonnya yang khas, hingga pada pukul 11.45 barulah gadis bernama Suma
itu datang memakai baju hijau dibaut jaket doreng yang melambangkan bahwa Ia
wanita yang tangguh berjalan menghampirinya.
Sebelum mereka berangkat, Jati yang
sebelumnya juga mampir ke Apotek untuk sekedar membeli masker menawarkan kepada
wanita itu untuk menjadi penghambat debu yang menempel diperjalanan yang akan
mereka tempuh beberapa jam kedepan demi mencapai destinasi yang belum pernah
mereka kunjungi sama sekali.
Mulai jalan lurus hingga berkelok
mereka lewati dengan berbagai candaan yang sedikit menghilangkan rasa lelah
perjalanan siang itu, dan sekitar pukul 13.23 mereka berdua menepi di sebuah
masjid untuk menunaikan sholat sembari meletakkan tubuh setelah kuranglebih 1,5
jam mereka berada diatas motor dengan panas matahari yang menyengat.
Beberapa kali mereka berbincang
hingga akhirnya kedua kaum tersebut memutuskan mencari kedai untuk menunggu
kawan Suma dari kota yang berbeda datang menghampiri untuk selanjutnya
berangkat bersama menuju tempat tujuan mereka sebenarnya.
No comments:
Post a Comment