Wednesday, August 1, 2018

1.
Perjalanan pulang adalah saat dimana kita mengatur
skema baru dalam kehidupan setelah perjalanan yang terlewati.

Matahari terus merangkak naik mengikuti alur yang sebagaimana dilaluinya setiap hari, seorang pemuda bernama Jati bangun dengan sesekali mengusap matanya sambil menengok jam yang menunjukkan pukul 09.30, yang berarti 45 menit lagi kereta yang akan membawanya berangkat pulang ke rumah akan segera meninggalkan kota yang sudah dua hari Ia obrak-abrik dengan sepedah tua keluaran tahun 80-an itu.
Dengan bergegas Ia mengambil handuk lalu ditaruh pundaknya dan melangkah menuju kamar mandi yang berada di pojok kamar kos tersebut, selang beberapa menit ia keluar dengan air yang beberapa masih menetes di sela-sela rambutnya hingga beberapa jatuh tepat diatas mata Amin dan mengakibatkan kawannya bangun sambil melontarkan pertanyaan “Jam piro jik; kok wes adus”. “Wes awan cuk, keri sepur aku engko; ndang adus ayo golek sarapan karo wedang” lontar Jati.
Dalam perjalanan menuju stasiun mereka sempat menepi di warung Bu Indah yang lokasinya berada di bantaran kali untuk mengisi logistik demi perjalanan Jati yang aman dari serangan cacing-cacing dalam perut. Setelah mereka menghabiskan makan dan membersihkan mulut dengan tissu Jati berkata “rokok’an nek stasiun wae, wes mepet waktune iki”, dan dengan secepat kilat si Amin mengantar Jati sampai di stasiun melewati kendaraan yang saling berhimpitan dengan tujuan masing-masing.
Sekitar pukul 10.05 mereka berdua meletakkan tubuhnya di depan stasiun sembari Jati mengeluarkan kretek dari dalam saku untuk menunaikan ibadah wajib yang biasa dilakukan pecandu rokok ketika selesai makan, sambil berbincang ngalor-ngidul hingga pada pukul 10.13 kereta datang dengan tanda suara yang keluar dari speaker stasiun yang memberitahukan bahwa sebentar lagi kereta akan berangkat dengan tujuan akhir Bojonegoro, spontan Jati langsung menghisap dengan semaangat kreteknya dan berpamitan kepada Amin sambil berjabat dangan dan berkata “suwun wes mbok openi, gowoen ae rokok iki gawe konco dino iki” sembari senyum tipis mereka berpisah.
Dalam perjalanan pulang Jati mendapatkan tempat duduk nomor 17E dan memang sekitar tempat duduknya juga di isi penumpang dengan tujuan yang sama yaitu Bojonegoro. Dalam perjalanan pulang Ia sempat berbincang dengan seorang bapak tua berkaos putih dibalut jaket hitam yang setelah beberapa pembicaraan terlaksana Ia tau bahwa bapak itu mempunyai tujuan turun yang sama; namun tempat tinggalnya berada di sebelah utara tempat kelahirannya, namun berbeda kabupaten.
Hingga akhirnya pukul 13.30 kereta sampai di stasiun terakhir dan setelah perbincangan yang tak mengenakkan hati antara Jati dengan seorang wanita bernama Suma, ternyata ditempat duduk depan stasiun sudah duduk seorang wanita cantik dibalut kaos biru dengan tas merah cerah menunggu seorang Jati. Kemudian sembari melepas lelah mereka berbincang mengatur  agenda warung kopi mana yang akan dikunjungi guna mencurahkan beberapa keluh kesah dengan harapan akan tumbuh ide-ide sporadis hasil diskusi kecil kala siang menuju sore itu.
Hingga akhirnya mereka berdua berlabuh pada sebuah warung di depan sebuah kampus yang tak Nampak seperti kampus dan lebih mirip sekolah PAUD yang di isi oleh mayoritas mahasiswa Hedon yang ternyata Jati pernah mengenyam pendidikan di sekumpulan gedung-gedung yang menjulang tak terlalu tinggi itu.
Pada akhirnya mereka memutuskan berangkat pulang menuju rumah masing-masig, namun sebelum Suma pulang kerumah tugasnya mengantar Jati harus Ia tunaikan dulu, dalam perjalanan puang mereka berdua melewati sebuah pasar malam yang memang sudah satu minggu ini di lapangan timur jembatan itu. Dalam benak Jati sebenarnya tersirat keinginan mengajak Suma menikmati komedi putar tradisional yang mengisi tengah lapangan itu; namun sudah dengan berat hati Jati terus melaju melewati tempat itu karna ada agenda lain yang menunggunya.

No comments:

Post a Comment

5. berjalan lah maka akan kau temukan arti dari sebuah perjalanan.                 Setelah beberapa hari Jati dan Suma habiskan ha...